6gcjsuge

Industri Digital Adopsi Produk Internet, Gencar Dipasarkan

JAKARTA, KOMPAS – Adopsi produk internet untuk segala benda di Indonesia dipandang masih rendah. Peluang meningkatkan kesadaran tersebut dilakukan perusahaan teknologi informasi global dan operator telekomunikasi lokal, dengan cara memasarkan ke korporasi dan pemerintah.

Direktur Industry Platform Pte Ltd Irza Fauzan Suprapto mengemukakan hal itu, Selasa (16/8), di sela-sela kegiatan Asia IoT Business Platform 2015, di Jakarta. Menurut dia, tren perkembangan Internet untuk segala benda (internet od things/IOT) mentransformasikan model dan pengelolaan bisnis suatu perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Kondisi ini menjalar hingga kawasan Asia Tenggara. Operator telekomunikasi tidak hanya dituntut menyediakan layanan jaringan seluler yang stabil, tetapi juga produk IoT yang inovatif dan mudah digunakan.

Mengutip Technopedia, IoT adalah konsep komputer masa depan yang ditandai keterhubungan aktivitas sehari-hari dengan internet melalui satu perangkat dengan perangkat lainnya. Contoh implementasi IoT adalah produk mesin ke mesin (M2M), identifikasi frekuensi radio (RFID), pemakaian komputasi awan, dan perangkat siap pakai.

Industry Platform Pte Ltd merupakan gabungan beberapa perusahaan Singapura yang bergerak sebagai konsultan dan penyelenggara pertemuan bisnis di sektor energi dan telekomunikasi. Asia IoT Business Platform 2016 adalah pertemuan berskala Asia Tenggara yang diselenggarakan setiap tahun.

Irza menyebutkan, Indonesia merupakan negara kedua setelah Singapura yang muai masif mengadopsi IoT. Hal ini ditandai dengan langkah pemerintah yang rajin mengembangkan kota cerdas. Layanan publik diwajibkan terintegrasi satu sama lain sehingga memudahkan masyarakat mengakses layanan tersebut.

Di sisi lain, operator telekomunikasi seluler lokal juga aktif  menciptakan produk IoT sesuai kebutuhan pasar. Bahkan, beberapa operator membentuk divisi tersendiri terkait IoT, yang membidik pasar korporasi sektor transportasi dan manufaktur.

Di Singapura dan Indonesia, pengeluaran pelanggan korporasi untuk mengadopsi IoT tumbuh 25-30 persen per tahun.

Head of M2M Indosat Ooredoo Hendra Sumiarsa menyampaikan bahwa produk IoT Indosat Ooredoo berkisar 30-40 persen per tahun. Pelanggan korporasi Indosat Ooredoo lebih dari 2.500 unit perusahaan.

Managing Director Hewlett Packard Enterprise untuk Indonesia Hemant Tiwari menyebutkan, pasar IoT di Indonesia masih besar. (MED)

Sumber saduran: Kompas, Kamis, 18 Agustus 2016, kolom Ekonomi, halaman 19